Mekongga
Ketinggian: 2620 m.
Cuaca: 9 °Cawan pecah

Deskripsi

Gunung Mekongga, atau Pegunungan Mekongga, adalah rangkaian pegunungan yang membentang di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Gugusan ini memiliki beberapa puncak di atas ketinggian 2.500 mdpl, di antaranya Puncak Halu Oleo, Puncak Tamalaki, dan Puncak Mekongga sendiri yang menjulang hingga 2.620 mdpl.

Puncak Mekongga tercatat sebagai titik tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara, berdasarkan Peta Topografi Bakosurtanal (kini BIG) tahun 1992.

šŸ“ Koordinat Puncak: -3.6584947290302776, 121.23524056130502

Puncak Mekongga merupakan bagian dari gunung karst yang membentang dari Pantai Tamborasi di Barat Daya hingga pegunungan sekitar Purau di Timur Laut. Peta Geologi Lembar Lasusua (1993) menamai kawasan ini sebagai Formasi Tokala. Pada cuaca cerah, siluet Gunung Mekongga bahkan dapat terlihat jelas dari Teluk Bone.


šŸš— Akses Menuju Titik Pendakian

Desa Tinokari, titik awal pendakian ke Puncak Mekongga, terletak di jalan poros Trans Sulawesi — tepat di antara Kota Kolaka dan Kota Lasusua.

  • Kota Kolaka (Selatan Desa Tinokari) — ±100 km, waktu tempuh ±2,5 jam
  • Kota Lasusua (Ibu Kota Kabupaten Kolaka Utara, Utara Desa Tinokari) — ±40 km, waktu tempuh ±1 jam

Bagi pendaki yang berangkat dari Kota Makassar, rutenya sedikit lebih panjang:

  1. Perjalanan darat menuju Pelabuhan Feri Siwa — ±5 jam
  2. Menyeberangi Teluk Bone dengan feri dari Pelabuhan Siwa ke Pelabuhan Tobako — ±4–5 jam
  3. Perjalanan darat lanjutan dari Pelabuhan Tobako menuju Kota Lasusua atau langsung ke Desa Tinokari

🄾 Jalur Pendakian

Jalur yang paling umum digunakan para pendaki adalah melalui Desa Tinokari, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara — berada di sebelah Barat Puncak Mekongga.

Beberapa jalur alternatif juga pernah dirintis oleh komunitas pencinta alam:

  • Jalur Timur (Kec. Ueesi) — dirintis oleh KORPALA UNHAS tahun 2007
  • Jalur Selatan (Kec. Wolo) — dirintis oleh KPA KARPALAK Kolaka

Jalur utama via Desa Tinokari sendiri pertama kali dibuka pada 1995 oleh Tim Mapala Unhalu (kini Mahacala UHO) dalam rangka memperingati 50 tahun kemerdekaan RI. Jalur ini sempat digunakan pada TWKM ke-8 tahun 1996, yang diikuti sekitar 30 orang peserta dari berbagai Mapala se-Indonesia.

ā±ļø Pendakian menuju puncak umumnya ditempuh dalam 5–7 hari, melewati pos-pos yang telah dibangun oleh para pendaki sebelumnya. Durasinya cukup panjang karena Mekongga bukan sekadar satu puncak, melainkan rangkaian pegunungan dan bukit yang harus dilintasi.

Titik awal pendakian di Desa Tinokari berada di ketinggian 80 mdpl, sementara Puncak Mekongga berada jauh di atas, pada 2.620 mdpl.


🌊 Medan & Kondisi Jalur

Medan menuju Puncak Mekongga dari Desa Tinokari cukup bervariasi:

  • Penyeberangan sungai — Di awal perjalanan, pendaki akan menghadapi ±4 kali penyeberangan basah di Sungai Tinokari dengan arus yang cukup kuat. Sebagian pendaki menggunakan tali transfer untuk membantu proses penyeberangan orang maupun barang. āš ļø Saat musim hujan, debit air sungai meningkat drastis dan penyeberangan menjadi sangat berisiko.
  • Kebun & semak belukar — Setelah melewati Sungai Tinokari, jalur berlanjut melalui kebun-kebun masyarakat dan semak belukar yang didominasi tumbuhan paku, hingga ketinggian 1.900 mdpl.
  • Kawasan karst — Mulai ketinggian 2.000 mdpl, jalur memasuki kawasan karst hingga ke puncak.

šŸ’§ Berdasarkan pengalaman para pendaki, penting untuk menyiapkan cukup persediaan air sepanjang jalur, karena sumber air terakhir berada di ketinggian 1.500 mdpl di bawah puncak.

Jika beruntung, pendaki bisa berpapasan dengan Anoa (sapi hutan khas Sulawesi) dan Burung Maleo di sepanjang jalur. šŸ¦…


Sumber: Mahacala UHO

Akses Halaman Terkait: