Full nanjak,jalur summit berbatu,temanku ada yang kepesing,ada yang bibirnya ledes
Naik cerah, turun hujan, trek sangat licin menguras tenaga
Badai dan berkabut
Puncak cerah, area camp dipenuhi dengan peserta OT
Memang sengaja mau camping ceria di Pos 4, ternyata di Pos 4 udah kayak pasar malem ratusan tenda dengan segala lampu hiasnya. Sayang sekali pada ga dibolehin muncak, karena sehari sebelumnya ada laporan aktifitas vulkanik. Sebenernya emang udah dihimbau pas di pendaftaran kalo cuma boleh sampai Pos 4, cuman pada ngeyel maksa muncak dan ngedumel pas dilarang sama ranger yang udah berjaga di Pos 4.
Panggilan Alam X Jejak Poerpala
Gunung Slamet adalah sebuah gunung berapi kerucut tipe A yang berada di Jawa Tengah, Indonesia, dan merupakan gunung tunggal yang terpisah dari pegunungan
Ga dikasih ampun tanjakan dari BC - Puncak
Ga dikasih ampun dari BC - Puncak
Jarang pendaki lewat jalur ini, jadi sepi sepanjang jalur
Harus tetap proper dan maksimalkan prepare
Self note as beginner:
- Utamakan preparation gear dan mental yg matang
- Catat semua perlengkapan dan ingat dimana meletakkannya
- Latihan fisik dari jauh hari (minimal 2-3 bulan)
- Naik pagi-pagi, jam 10 pagi kabut sudah mulai turun
- Jangan salah partner pendakian
Itu gunung pertama saya, lebih baik coba bukit atau gunung ketinggian 1000an mdpl dulu juga biasakan latihan fisik agar otot tidak kaget juga energi dan nafas tidak banyak terkuras. Waktu itu libur panjang pasca lebaran, curah hujan juga tinggi sampai menetap lama di pos 2 karena sangat deras (hanya duduk dan menghangatkan diri dgn banyak pendaki lainnya). Memaksakan melanjutkan perjalanan dengan tubuh lelah dan kedinginan di perjalanan menuju pos 3 jam 22.00 membuat emergency shelter, lalu memutuskan untuk turun tengah malamnya
pendakian kedua di jawa tengah setelah g. sindoro dan ya alhamdulillah kami telah melaksanakan tugas denga selesai meskipun ada beberapa kejadian yang terjadi selama di lapanga, namun dari kami cepat tanggpa dalam menangani kejadian tersbut. g slamet adalah gunung tertinggi di jawa yng alhamdulillah telah saya telah taklukan . harapannya semoga kedepannya saya bisa menyelesaika pegunungan di indonesia.
jam 12 harus turun dari puncak resiko gas blerang nya, ketika summit resiko serpihan batu dari atas dari pendaki lain dan turun dari puncak jika terlalu kiri kita akan tersasar dan jika terlalu kanan kita akan bertemu dengan jurang
Trek tergolong mudah menurut saya (kecuali dari pelawangan ke puncak karena pasir berbatu dan resiko ditanggung pendaki), ga ada horror" an, saran pakai ojek juga ya, bc juga nyaman
semangat, perlu berhati hati, extra fokus saat diperjalanan, ini gunung tertinggi di Jawa tengah jadi harus tetap waspada yaa
Buat kalian yg mau naik via bambangan, dari bc sampe pos 1 mnding ngojek aja biar hemat tenaga
Jalur yg panjang butuh persiapan yg sangat matang dan perlatan yg memadahi
Batas tali webing berkabut tebal, minim petunjuk arah jadi rawan tersesat
Bawalah turun sampahmu Jangan meninggalkan jejak selain jejak kakimu
Sangat berkesan, saya sudah 5 kali, dan ingin kesana lagi
Pendakian yang menyenangkan namun minim dokumentasi.
kata bang ikol jangan nikah dulu sebelum ke Rinjani
Via Guci tidak direkomendasikan untuk pemula
perjalanan yang menyenangkan
atap jateng mengerikan
Atap pertama
summit gila
mantap
badai

